Cara Merawat Spring Bed

Tempat TidurSegala sesuatu kalau dijaga dan dirawat tentu akan memperpanjang umur/masa pemakaiannya. Begitu juga dengan spring bed. Meskipun memang umur pemakaiannya minimal tahunan untuk spring bed kualitas yang biasa-biasa saja sekalipun, tapi kalau kita tahu cara merawatnya tentu akan memperpanjang jangka waktu pemakaiannya. Aku akan coba membahas cara merawat spring bed versi aku (seperti biasanya), karena aku bukan seorang expert/ahli, jadi semua adalah murni berdasarkan pengalaman aku ya. Mohon dimaklumin juga kalau bahasa tulisan aku ala kadarnya. Hehe.

 

Gunakan Spei Anti Air

Ini yang berperan paling utama menurut aku. soalnya berfungsi untuk melindungi/membentengi spring bed/kasur kita ompol, tumpahan air, dan meminimalisir masuknya debu ke pori-pori spring bed kita.

Keuntungan menggunakan sprei anti air :

1. Kalau kena tumpahan air / ompol anak, gampang kering. Kita tinggal lap sprei yang terkena air saja, untuk menyerap air yang ada. Biasanya aku biarin kering sendiri saja, kalau sedikit. Kalau lumayan banyak, tinggal ganti sprei saja. Aman terkendali. Spring bed kembali kering seperti biasa. Bayangkan saja kalau kita punya anak kecil, dan ga pake sprei anti air, pasti ada saja kejadian kena ompol anak. Apalagi anak aku yang nggak mau dipakein popok, kita juga kasian kalo pake popok terus, panas rasanya. Sping bed tanpa sprei anti air kalo kena tumpahan air pasti jadi lembab dan lama keringnya, apalagi spring bednya tebal. Kondisi lembab bisa menjadi sarang jamur lo.

2. Gampang dibersihkan. Karena permukaannya waterproof/anti air/bahan parasut gitu, kita bisa lap saja atasnya untuk membersihkan debu-debu yang tembus dari sprei. Itu pun sepertinya sangat minimal deh menurut aku. Kasus yang biasanya ya air tumpah/ompol anak itu, tinggal dilap saja. Beres deh.

3. Spring bed senantiasa seperti baru. Kayak kita pake casing hp, meskipun casingnya kelihatan baret atau mungkin kotoran karena gesekan, tapi kalau casingnya dibuka, HPnya pasti masih mulus seperti baru. Dulu sprei anti air cuma cover/nutupin atasnya saja. Tapi sekarang ada lo, bisa request full body seperti yang punya aku. Jadi aman dari segala sisi ya. Hehe.

Sama halnya spring bed, untuk sprei anti air aku juga memilih yang bagus. Memang harganya agak mahal tapi bahannya adem, nggak panas dan ga berasa tidur di atas kasur yang diplastikin. Harganya sekitar 450 ribu untuk ukuran 180x33x200 cm lumayan mahal sih ya. Di pasaran ada yang jual cuma 100 ribuan, cuma ya itu beda bahannya. Yang nggak enaknya pake spring bed full cover waktu mau masukin ke spring bednya karena spring bed aku super berat, kemaren sampe bertiga masukinnya dan harus ada cowok karena lebih bertenaga buat ngangkatnya. Kalau cuma cew aku rasa nggak akan sanggup deh ngangkatnya.

Vakum Spring Bed Berkala

Sekarang kan lagi marak-maraknya vakum canggih yang katanya bisa nyedot debu dan tungau secara maksimal dari spring bed, yang kalau pake vakum biasa nggak bisa. Alatnya juga kalau nggak salah mahal punya, sekitar puluhan juga. Makanya kalau beli untuk keperluan pribadi sih rasanya nggak mungkin ya. Kecuali ada budget yang berlebih banget. Kalau punya budget lebih dikit dan penasaran, boleh lah cobain jenis jasa sedot debu dan kotoran ini.

Kalau nggak salah jangka/periodenya per dua bulan. Jadi sedot/vakum secara mendalamnya setiap 2 bulan sekali. Vakum ini juga beda dari vakum biasa, jadi vakumnya diisi air gitu, jadi kotoran yang tersedot nanti akan jatuh ke air itu, maksudnya mungkin langsung jatuh ke air. Jadi nggak ke mana-mana debunya.

Aku sendiri sih belum pernah coba sih, karena memang baru ada saja di kota aku jenis jasa seperti ini. Liat-liat dan baca dari media sosial saja. Penasaran juga pengen nyobain, nanti aku ceritain ya kalau sudah nyobain. Kamu yang uda pernah nyobain, cerita donk gimana pengalamannya setelah pake jasa pembersihan ini.

Tukar Posisi per 6 bulan

Meskipun beli spring bed yang lumayan bagus, yang bahannya padat. Agar spring bed lebih awet, disarankan untuk mengganti/memutar posisi spring bed setiap 6 bulan sekali. Spring bed diputar 180 derajat, misalnya yang biasa jadi bagian untuk kepala diputar jadi bagian untuk kaki. Tekanan yang diberikan oleh tubuh kita ke spring bed kan beda-beda ya. Nah, biar nggak ada titik yang dapat tekanan yang agak berat di satu titik tertentu dalam jangka waktu yang lama, maka diputar dan diganti posisinya. Jadi tekanannya bisa berkurang. Kalau sudah 6 bulan, ganti posisi lagi, begitu seterusnya.

 

Pemilihan Spring Bed Yang Bagus

Beda harga, beda kualitas. Bukan berarti spring bed yang murah itu selamanya jelek / murahan ya. Tergantung produsen spring bed. Kamu bandingkan saya, untuk harga yang mirip-mirip pilih yang menurut kamu paling bagus. Kamu juga bisa meminta rekomendasi orang toko. Oia, kalau bisa kamu beli spring bednya di toko yang menjual banyak merek spring bed, jadi kamu bisa bandingin antara spring bed merek yang satu dengan merek lain. Dari segi harga juga. Kadang harganya mirip-mirip tapi kualitasnya bisa jauh berbeda. Tentunya kita pasti akan pilih yang bagus donk ya, kalau harganya mirip-mirip. Bener ga?

Percaya atau tidak, menurut aku kualitas spring bed berpengaruh pada kualitas tidur lo. Kalau kita beli spring bed yang kurang bagus, setelah pemakaian beberapa tahun saja, spring bednya sudah memblesot/busanya kepisah-pisah gitu/terasa lembek. Apalagi kalau ada kawatnya, kawatnya bisa muncul ke permukaan, jadi kita kadang nggak sengaja bisa terluka. *pengalaman sendiri.

Kalau kualitas spring bednya sudah menurun, bikin tidur juga ga enak banget. Apalagi kalau kita tidurnya barengan sama orang lain (jangan mikir yang aneh-aneh ya). Dulu waktu masih belum berkeluarga, aku tidur sama adik aku satu ranjang, spring bednya sudah memblesot, jadi lembek gitu. Jadi kalau kita bergerak/geser saja, orang lain juga kerasa. Kan jadinya kurang nyaman ya, kalau tidur serasa digoyang-goyang gitu. Belum lagi ketusuk kawat yang nongol. *duhh..

Matras

Dari situ aku mulai kapok sama yang namanya spring bed yang harga miring. Beli spring bed nggak harus yang mahal sampai puluhan juta seperti merek terkenal K*NG KO*L, mana sanggup. Nah, saat hunting spring bed baru, beberapa hal yang aku perhatiin untuk pertimbangan beli spring bed :

1. Busanya padat. Ini juga baik untuk tulang belakang kita.

2. Nggak ada kawatnya. Mungkin sekarang juga uda nggak jaman spring bed pake kawat kali ya.

Beli yang merek Elite sekitar 4jutaan sudah oke kok, dapat headboard, 2 pasang bantal dan guling. Lumayan lah. Prinsip aku, untuk barang yang akan dipake dalam jangka waktu lama, keluarin uang lebih banyak dikit nggak apa-apa lah. Daripada beli yang murah, 1-2juta terus dipake nggak lama, kualitas menurun. Hitung-hitung malah jadi boros lo.

Investasi Jangka Panjang

Aku merasa kalau kita beli spring bed yang agak mahalan dikit / keluarin uang yang nggak sedikit nggak apa-apa. Soalnya spring bed yang lumayan bagus itu bisa tahan sampe puluhan tahun lo. Kayak punya mama saya, beli spring bed waktu aku sekitar umur 4-5 tahun, sampe sekarang masih awet dan bagus lo. Merek spring bednya ALGA. Mungkin kamu nggak pernah dengar merek ini, tapi sedengar aku sih ini merek yang lumayan dikenal pada jamannya, jaman dulu mama saya masih baru merid. Hehe. Kondisi spring bednya masih 90% bagus dan keras. Keras dalam artian kokoh/firm ya, bukan keras seperti batu. Hehe. Untuk pemakaian jangka 20 tahunan aku rasa itu sudah lebih dari cukup.

Maka dari itu aku rasa nggak ada ruginya kalau kita keluarin dulu lebih banyak sedikit untuk membeli spring bed dengan kualitas yang lumayan bagus, disesuaikan budget masing-masing lah. Soalnya untuk pemakaian jangka lama, dan kita menghabiskan waktu minimal 7-8 jam untuk istirahat dan tidur, atau bahkan lebih. Dan tidur adalah waktu yang paling penting, terutama buat aku. Soalnya kalau kurang tidur, besoknya pasti kacau. Bangun nggak segar, kepala berat, yang ada kerjaan malah keteter.

Kalau budget kita minim, aku saranin beli kasur yang agak bagus. Bahannya seperti spring bed kualitas lumayan bagus, cuma ini lebih tipis saja. Ketebalannya kalau nggak salah mulai dari 5-10 cm deh. Aku sendiri setelah punya anak kecil, akhirnya ngalah tidur pake kasur saja. Soalnya anak aku sudah jatuh 2 kali dari spring bed. *huhu kasian banget.

Agak trauma juga. Dari spring bed yang masih pake alas, tinggi sekitar 50-60 cm, standart spring bed biasa. Terus dibongkar bawahnya/alasnya. Tinggallah 33 cm, kok rasanya kalau jatuh masih sakit ya. Soalnya lantainya kan keramik ya. Kalau dialasi mate mungkin nggak terlalu kenapa-kenapa kali ya. Akhirnya ngalah pindah tidur pake kasur yang tingginya 10 cm. Ukurannya bisa request sih, waktu itu sih kami beli yang 160 cm, disesuaikan dengan ukuran kamar yang waktu itu ada spring bed utama ukuran 180 cm. Harganya waktu itu sekitar 1.15 juta. Lumayan mahal ya untuk ukuran kasur, tapi bagus. Kasurnya keras/firm/padat. Nggak memblesek.

Aku juga beli karena direkomen sama tetangga aku yang pake kasur jenis begini duluan, dipake uda 9 tahunan dan masih bagusss. Akhirnya beli juga. Soalnya mau beli yang murah, kasian anak takut tulang belakangnya kenapa-kenapa, apalagi masih kecil. Lagi masa pertumbuhan. Kita sebagai orang tua pasti akan berusaha memberi yang terbaik donk buat anak kita sesuai kemampuan kita. Benar ga?

Aku juga pengen tau pengalaman kamu dengan spring bed dan cara kamu merawatnya, sebagai tambahan pengetahuan buat aku. Kalau bersedia sharing, komen di bawah ya jadi aku bisa tau. Makasih banyak lo ya sudah baca sampe habis tulisan aku. 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *