Filter Penyaring Air, Berguna Nggak Sih?




Mungkin bagi kamu yang tinggal di rumah yang punya sumber air bersih, ntah itu dari PAM atau sumur bor yang bersih, kata atau filter penyaring air asing bagi kamu. Beruntungnya kamu, ga perlu harus kenal dengan alat penyaring ini. Hehe. Tapi untuk kami yang tinggal di kota Pekanbaru yang terkenal akan tanah minyaknya, filter penyaring air sudah nggak asing lagi.

Kalau sumur bornya kurang dalam, maka jangan jangan heran kalau airnya ada lapisan minyak di atasnya atau berbau karat seperti bau besi berkarat. Pasti kamu pikir “Iyuuuhhh.. Nggak banget deh”

Dari Air Jelek Sampai Air Bersih

Air KeranSemenjak tinggal di Pekanbaru dengan pengalaman pindah rumah berkali-kali dari mulai ngekost sampai berumah tangga, tentunya pengalaman dengan berbagai jenis air sudah pernah aku temui. Mulai saat ngekost yang airnya kuning, kalo dipake mandi kelamaan kuku juga bisa kuning sampe aku berpikir aku ntah kena penyakit kronis apa yang saat itu aku pikir kena ginjal, e ternyata setelah dibersihkan dengan sikat kuku, untungnya hilang. Padahal udah parno sendiri.

Terus pindah kos, dapat rumah kos yang punya sumber mata air panas. Sumber mata air panas ini aku baru tau semenjak pindah ke Pekanbaru, jadi sumur bornya dibor sampai kedalaman tertentu dan dititik tertentu sampai ketemu dengan sumber mata air yang benar-benar dari dalam tanah/perut bumi ya istilahnya (e, benar ga sih?). Air yang keluar dari keran itu bersih dan jernih banget, ga berbau juga. Tapi ya itu airnya itu hangat atau bisa dikatakan mendekati panas. Perkiraan aku mungkin sekitar 30an derajat celcius (wakk panas banget, gimana mandinya).

Awal-awalnya sih nggak terbiasa ya, karena aku lebih suka mandi air dingin sih, lebih segar. Tapi kan ya ini bukan rumah sendiri, pakai kamar mandi itu bergantian dan ditampung pake ember berukuran sedang. Cuma pas untuk mandi waktu itu aja. Jadi ya begitu masuk langusng mandi, dengan air yang hangat itu. Kalau lagi musim hujan sih enak ya, mandi yang hangat. Tapi kalau hari-hari biasa, apalagi pekanbaru terkenal dengan cuacanya yang panas karena tanahnya juga mengandung minyak, behhh rasanya.. ya sudah la. Nikmati saja. Namanya anak kost, mau gimana lagi ga ada pilihan. Aku paling suka sih sumber mata air panas ini, karena memang paling bersih dan ga berbau. Air PAM saja masih kalah lo.

Air PAM di Pekanbaru juga ada yang ga bersih dan kadang berbau juga di beberapa titik daerah lo. Air dari mata air panas ini bahkan banyak digunakan untuk masyarakat untuk keperluan rumah tangga seperti minum dan masak lo. Sumber mata air panas ini tersebar di beberapa titik di tempat umum, jadi orang bebas untuk ngambil. Tapi ya itu karena banyak yang mau ngambil juga jadinya antri ya ngambilnya.

Untuk rumah yang ada sumber mata air panasnya tentunya ga perlu lagi filter penyaring air ya. Enaknya punya tangki air ya, jadi airnya ditampung dulu di tangki air jadi dibiarin dingin dulu airnya. Oia, air dari sumber mata air ini ga akan berhenti ngalir lo, meskipun ga ditampung tetap akan ngalir terus non stop. Ajaib juga ya, aku juga baru tau. Hehe.

Setelah berumah tangga, aku pindah donk ke rumah sendiri dan ternyata eng ing eng.. airnya jelek. Nasib. Airnya berbau dan bisa berubah warna/keruh kalau dibiarkan/diendapkan/ga dipake beberapa hari. Huhu.. Awalnya sih risih ya. Cuma ya mau gimana lagi. Katanya sih mungkin sumur bornya kurang dalam, jadi belum ketemu air yang bagus. Dari sini lah awal mula perkenalan dengan yang namanya Filter Penyaring Air. (cieelaah, kayak cerita cinta aja).

Ciri-ciri Air Bersih

Air yang masuk katergori itu yang gimana sih menurut kamu? Kalau menurut aku ya, ciri-ciri air yang bersih itu seperti berikut :

1. Jernih & Bersih

2. Tidak Berbau

3. Tidak akan berubah warna meskipun diendapkan/dibiarkan beberapa hari

4. Kalau dipake mandi, nggak lengket di kulit.

Mungkin kamu ada tambahan mengenai ciri-ciri air bersih menurut kamu? Kamu bisa kasih tau aku di kolom komentar di bawah ya. Masukan dari kamu sangat aku hargai lo.

 

Filter Penyaring Air Yang Aku Pakai

Setalah bergelut dengan air yang jelek sekian lama. Akhirnya suami aku setelah nggak sengaja ketemu dan ngobrol-ngobrol sama temannya yang usaha depot air dan saringan air, direkomen untuk pasang saringan air. Ada banyak jenis penyaring air yang beredar di pasaran ya. Aku sendiri nggak terlalu ngerti bedanya, kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis, karena memang belum pernah nyobain satu-satu dan nggak pernah kerja dibidang itu ya. Hehe. Tapi mungkin aku bisa kasih gambaran / review tentang saringan air yang aku pakai.

Filter air yang aku pakai adalah yang berbentuk tabung besar gitu dan berwarna hijau muda. Kami pakai 2 tabung ya. Alasan kami pasang filter air ini karena pengen dapat air yang lebih bersih, bisa dipake untuk nyuci sayur dan beras, mandi juga lebih enak.

Setelah waktu yang disepakati datanglah temannya tersebut untuk instalasi / pasang alat penyaring air ini. Biaya yang kami keluarkan untuk pemasangan 2 tabung saringan waktu itu sekitar 2.5 jutaan. Harga yang lumayan ya, cuma ya untuk air yang lebih bagus, kami rela (halah lebayy). Filter yang kami pakai ini ternyata banyak dipakai di depot air isi ulang lo, cuma mungkin kalau depot isi ulang jumlahnya lebih banyak dan sumur bornya juga lebih dalam ya.

Terus, terus, setelah pasang pasang saringan gimana? Airnya langsung bersih dan ga berbau? Itu sih yang diharapkan tapi ya ternyata nggak 100% ya, mungkin sekitar 60% la airnya membaik. Itu pun sudah bersyukur ya. Setidaknya setelah dipasang, airnya sudah dipake buat nyuci sayur dan beras. Mandinya juga uda enakan, ga terlalu bau lagi, meskipun ada tapi tipis-tipis lah. Dan kalau ditanya, filter penyaring air itu berguna ga? BANGET ya kalau bagi aku.

Media / Medium / Isi Penyaring

Ternyata di dalam alat penyaring air itu ada yang namanya media penyaringnya lo. Kalau seperti saringan yang aku punya, media penyaring seperti batu-batu kecil dan arang dalam ukuran kecil-kecil. Arang terkenal sebagai penyerap bau atau kalau arang yang bisa dimakan biasanya berfungsi nyerap zat-zat yang berbahaya atau nggak bagus. Pantas saja ya arang digunakan untuk media penyaring, wong zat-zat yang nggak bagus aja bisa diserap apalagi air ya. Hehe.

Setelah dipakai sekian lama, tentunya media yang dipake untuk nyerap kotoran dan bau, pasti kotor donk ya. Ada 2 cara untuk membersihkan saringan air yaitu Quick Clean / cara cepat atau Deep Clean / membersihkan secara mendalam. Untuk quick clean, cukup diputar saja knob/keran saringannya ke arah yang berlawanan. Nanti saringannya akan bilas sendiri, dan jangan kaget kalau air yang keluar dari filter penyaring airnya kotor dan bau. Karena itulah yang selama ini disaring sama saringannya dan air yang kamu dapat terbebas dari hal-hal yang kotor ini.

Nah, untuk proses deep cleannya sebagai berikut (versi kami) :

Cara membersihkan media penyaring air versi kami ya :

1.Sedikan tempat bisa baskom atau apa saja yang penting bisa nampung dan ga bocor.

2. Keluarkan media penyaring dari saringan airnya.

3. Bilas dengan air sambil digosok-gosok, agar kotorannya terpisah dari medianya. Kotorannya jadi seperti lumpur gitu.

4. Ulangi terus sampai airnya bersih.

5. Masukan media penyaring ke dalam saringan.

Selesai deh. Media penyaring air siap melakukan tugasnya lagi.

Berguna atau Tidaknya Filter Penyaring Air, Tergantung dari Kondisi Air

Kalau airnya bagus, memenuhi syarat dan ciri-ciri air bersih yang aku sebutin tadi ya tentu saja nggak perlu ya.

Tapiii.. Kalau airnya jelek, berbau dan bisa berubah warna, filter penyaring air itu BERGUNA bangeetttt. Meskipun kadang tidak bisa menghilangkan bau dan berubah warna jadi keruh tapi setidaknya mengurangi, jadi mending lebih bagus airnya dibandingkan tidak pakai ya. Tergantung tingkat keparahan airnya. Kalau cuma sedikit dan ga parah-parah banget sih bisa ketolong pake filter penyaring air. Maksudnya bisa jadi menyerupai air bersih yang bagus. Kalau airnya jelek parah ya cuma bisa mendingan aja, cuma ga bisa 100% sih. Mungkin perlu ditambah jumlah saringan airnya untuk mengimbanginya. Aku share ini karena mungkin di antara kamu ada yang lagi galau mau beli filter penyaring air ga, terus search di google, eh ketemu tulisan aku ini. Hehe. Semoga pengalaman aku tentang air yang penting ga penting ini bisa memberikan masukan buat kamu ya. 🙂

 

Cerita aku sama air belum berakhir sampai pasang saringan, terus kami pindah rumah lagi, airnya bersih sih cuma bau. Baunya seperti bau air got. Waduh.. risih lagi. Awalnya saringan belum kami pindahin, setelah beberapa lama akhirnya saringan dipindah ke rumah yang ke 2. Setelah dipasang, alhamdulilah baunya jauhh berkurang. Terus kami pindah lagi ke rumah yang sekarang ditempati, hal pertama yang kami tanyain “Airnya gimana? Bagus ga?”, karena sudah nggak heran kalau airnya jelek di Pekanbaru ya. Hehe. Untungnya airnya bagus, jernih dan nggak berbau. Akhiirrnnya ya ketemu air bersih yang sesungguhnya, jadi ga perlu pake saringan lagi. Bye-bye filter penyaring air. Sekian cerita aku yang panjang banget kayak kereta api. Makasih ya sudah meluangkan waktu kamu untuk membacanya.

 

Note: Maaf ya nggak bisa kasih liat foto aslinya, karena saringannya masih di rumah lama dan kami belum ke sana lagi. Aku usahain untuk foto ya kalau misalnya ada ke rumah lama.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *