Penggunaan Cairan Pembersih Lantai Yang Efektif

Lantai merupakan salah satu bagian rumah yang paling sering kita sentuh atau kasarnya kita pijak. Ya iya dong ya, nggak mungkin kita jalan nggak nginjak lantai, kecuali kalau punya ilmu bisa terbang. Hehe. Oleh sebab itu, lantai adalah area yang harus dibersihkan setiap hari. Meskipun sudah dibersihkan setiap hari, keesokan harinya juga pasti kotor lagi, karena intensitas pemakaiannya yang tinggi.

Tapi cara membersihkan / perawatan lantai di dalam rumah tentu saja berbeda dengan lantai kamar mandi. Kalau lantai di dalam rumah, biasanya dalam keadaan kering, jadi membersihkannya cukup dengan cara disapu untuk menghilangkan debu dan dipel untuk menghilangkan debu atau kotoran yang menempel.

 

Lantai Rumah vs Lantai Kamar Mandi

Berbeda dengan lantai kamar mandi yang katakanlah hampir setiap saat terpapar air. Tapi mungkin nggak juga untuk yang punya kamar mandi berukuran besar, yang ada sekat ruangan khusus showernya ya, kalau yang ada ruangan khusus showernya / bathtubnya bisa saja kamar mandinya jadi kamar mandi kering.

WC Bersih

Secara umum sih kamar mandi ukuran standart dan pasti terpapar air yang membutuhkan cara pembersihan dan perawatan khusus. Nah, aku akan bahas lebih mendalam mengenai cara membersihkan lantai yang efektif menggunakan cairan pembersih lantai khususnya untuk lantai kamar mandi.

 

Jenis Cairan Pembersih

Cairan pembersih bisa dibagi 3 berdasarkan kandungan/sifat pembersihannya :

1. Bersifat Ringan

Ciri-ciri pembersih yang bersifat ringan : Wanginya soft, konsistensi cairannya kental.

Contohnya cairan pel lantai seperti merek Superpel.

2. Bersifat Sedang

Ciri-cirinya : Berbau khas dan lumayan tajam tapi tidak sampai menusuk. Konsistensi cairan kental.

Contohnya cairan pel lantai sekaligus pembersih lantai kamar mandi seperti merek Supersol.

3. Bersifat Keras

Ciri-cirinya : Berbau tajam bahkan menusuk, konsistensi cairannya encer.

Contohnya cairan pembersih kerak seperti merek Porstex atau Vixal.

 

Cara Penggunaan Cairan Pembersih Agar Efektif

1. Untuk kotoran ringan atau pembersihan sehari-hari, gunakan cairan pembersih yang sifatnya ringan saja, misalnya sabun untuk pel lantai atau bisa juga pake deterjen cuci baju (versi aku ya), semprot / tuangkan cairan secara merata di permukaan lantai, kemudian sikat seluruh permukaan menggunakan sikat lantai sampai cairan merata, dan lantai terasa bersih. Kemudian bilas dengan air, sikat lagi untuk memastikan sisa cairan pembersih yang masih ada, tidak menempel di lantai. Kemudian bilas lagi sampai bersih. Selesai deh.Cairan Pembersih

2. Untuk kotoran yang sudah terbentuk, keliatan ada bekas hitam-hitam di dinding atau di lantai tapi keraknya masih baru, semprot/tuangkan cairan pembersih yang sifatnya sedang saja, tapi masih ampuh untuk membersihkan kerak baru. Kalau saya pribadi pake Supersol Karbol Wangi – Aroma Pine.

3. Untuk kerak yang sudah lama atau membandel, nggak bisa dihilangin walaupun sudah disikat dengan kuat, mau nggak mau harus dibersihkan dengan cairan pembersih yang keras juga. Contohnya Porstex atau Vixal. Tapi harus hati-hati ya kalau mau pakai cairan pembersih yang sifatnya keras.

 

Berikut tips penggunaan cairan pembersih yang sifatnya keras :

– Selalu gunakan sarung tangan. Kalau bisa gunakan masker untuk tutup mulut dan hidung juga.

– Tuang pelan-pelan. Usahakan jangan sampai terkena kulit, kalau tidak sengaja kena kulit, segera bilas dengan air, kalau tidak kulit akan terasa panas dan gatal (pengalaman pribadi, gara-gara nggak hati-hati tuangnya, jadi nyiprat kena kulit)

– Basahi lantai sebelum tuang cairan, biarkan maksimal 10 menit, lalu sikat dan bilas sampai bersih.

– Jangan sering-sering digunakan, karena bisa merusak keramik dan sica/lem perekat keramik.

– Peringatan : Jangan biarkan cairan pembersih bersifat keras berlama-lama karena berpikir semakin lama dibiarkan, akan semakin bersih. Itu salah. Yang ada, cairan pembersihnya malah menyerap ke keramik dan ninggalin bekas lo. Khususnya untuk keramik berwarna gelap, bekas cairan pembersih akan keliatan seperti bercak-bercak putih gitu dan akan susah atau bahkan nggak bisa dihilangkan loh.

PENTING : Selalu baca aturan pakai, karena setiap produk aturan pakainya berbeda-beda. Pastikan kamu mengikuti aturan pakai yang tertera pada botol cairan pembersih ya.

 

Pepatah yang mengatakan “Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati”, daripada susah payah menghilangkan kerak membandel yang belum tentu bisa hilang total, sebaiknya kita mencegah agar jangan sampai kotoran berubah menjadi kerak membandel.

 

Tips Untuk Mencegah Kerak Membandel :

Satu-satunya cara untuk mencegah kerak membandel adalah Bersihkan Secara Rutin. Bersihkan lantai, dinding dan area keseluruhan kamar mandi secara rutin sebelum kotoran yang Lantai Kotormenempel berubah menjadi kerak. Usahakan dilakukan setiap hari atau dua hari sekali. Dengan cara ini, kotoran nggak sempat nempel apalagi jadi kerak membandel. Kalau kotoran ringan tidak dibersihkan dan dibiarkan berlama-lama, maka lama-lama akan menjadi kerak dan sulit dibersihkan.

 

Pergunakan Sesuai Kebutuhan

Pergunakanlah cairan pembersih sesuai dengan kebutuhan kamu dan tingkat keparahan kotoran itu sendiri ya. Jadi untuk kotoran yang biasa / pembersihan sehari-hari nggak usah pake cairan pembersih yang keras. Begitu juga untuk kotoran membandel juga nggak akan bisa hilang pake cairan pembersih yang sifatnya ringan. Kamu bisa bersihkan kerak membandel dengan cairan yang keras sesekali, kemudian setelah kerak berkurang atau hilang, kamu bisa lanjutkan dengan cairan pembersih yang ringan atau sedang ya. Intinya ya disesuaikan saja dengan kebutuhan dan kondisi kotorannya.

 

Apa yang aku bagikan di sini murni adalah berdasarkan pengetahuan dan pengalaman aku selama menggunakan cairan pembersih ya. Jadi bukan pendapat seorang ahli atau apa, jadi bisa salah atau benar. Hanya dijadikan referensi dan tambahan wawasan. Bukan dijadikan patokan mutlak ya.

 

Kalau kamu ada tambahan atau masukan, kamu boleh banget ya tulis di kolom komentar di bawah. Makasih sudah bersedia membaca 🙂

 

Salam Bersih-bersih,

Santi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *